Laman

Rabu, 29 Desember 2010

THE MIRACLE OF GIVING (Kisah Kakak Beradik yang Saling Memberi)

Sahabat, kadang kita takjub dengan balasan yang diberikan oleh seseorang kepada kita untuk sebuah perbuatan yang menurut kita pada saat melakukannya adalah “biasa-biasa saja”. Namun balasan (yang sebenarnya kita tidak mengharapkannya) yang diberikan dahsyatnya luar biasa…apalagi ketika melakukannya dengan penuh keikhlasan, penuh cinta dan kasih…

Berikut ada sebuah cerita yang diambil dan ditulis ulang dari sebuah ebook kumpulan motivasi…semoga bermanfaat dan dapat menambah kecintaan kita pada saudara-saudara kita…menambah semangat untuk terus memberi dan terus berbagi…dan semoga bisa melembutkan hati…

Adapun ceritanya begini :

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari , orangtuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih dari aku mencintainya.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya.

“Siapa yang mencuri uang ayah?!!!” Beliau bertanya. Aku terpaku terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku. Beliau mengatakan lagi “ Baiklah kalau begitu kalian berdua layak dipukul!”

Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adiku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!”

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. Sesudah itu beliau duduk di ranjang dan memarahi kami. ”Kamu sudah belajar mencuri dari rumah, hal memalukan apalagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang ? kamu layak dipukul, kamu pencuri tidak tahu malu.”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku, tubuhnya luka, tetapi ia tidak menitikan airmata setetespun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba menangis meraung-raung.. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, ”Kak, jangan menangis lagi sekarang, semuanya sudah terjadi.”

Aku masih terus membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan baru seperti kemarin. Aku tidak pernah lupa tampang adikku ketika melindungiku. Waktu itu, adiku berusia 8 tahun. Aku berusia 11 tahun.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengar dia berkata lirih, ” Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik, hasil yang begitu baik”. Ibu mengusap airmatanya yang mengalir dan menghela nafas, ” Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”

Saat itu juga adikku berjalan ke hadapan ayah dan berkata, ”Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, aku telah cukup membaca banyak buku”

Ayah marah besar dan berkata : ” Mengapa kamu mempunyai jiwa yang begitu lemah!!! Bahkan kalau aku harus mengemis di jalanan akan aku lakukan, kamu berdua harus sekolah sampai selesai.”

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit makanan. Dia menyelinap di samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: ”Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang.”

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu adiku berusia 17 tahun dan aku 20 tahun. Dengan uang yang ayahku pinjam dan uang dari adiku hasilkan dari mengangkut semen pada lokasi konstruksi, akhirnya aku sampai akhir tahun ketiga kuliah.

Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk memberitahukan, ” Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor. Aku menanyakannya,”Mengapa kamu tidak bilang pada temanku kamu adalah adikku?”

Dia tersenyum dan menjawab, ”Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu aku adalah adikmu? Apa mereka tidak akan mentertawakanmu?”

Aku merasa terenyuh dan airmata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari badan adikku dan sambil tersekat aku berkata ”Aku tidak peduli omongan siapapun! Kamu adalah adikku apapun juga Kamu adalah adikku bagaimanapun penampilanmu...”

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku dan terus menjelaskan, ”Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kakak harus memilikinya...”

Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Menariknya ke dalam pelukanku dan menangis....Tahun itu ia berusia 20 dan aku 23.

Pertama kali aku membawa teman-teman kuliahku ke rumahku, kaca jendela yang pecah telah diganti dan semuanya kelihatan bersih.Setelah teman-temanku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. ”Bu, ibu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan rumah kita".

Tetapi katanya sambil tersenyum ”Itu adalah pekerjaan adikmu, dia pulang lebih awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkkah kamu melihat luka ditangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus , seratus jarum terasa menusuk hatiku. Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya. ”Apakah sakit?"

”Tidak kok Kak...Aku biasa kena batu-batu kak.” Ditengah kalimatnya aku membalikan punggungku karena air mata mulai menggenang dimataku....Tahun itu adikku 23 tahun dan aku berusia 26 tahun.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Aku berkali-kali mengundang orangtuaku datang dan tinggal dirumahku, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka sudah merasa dibesarkan di dusun dan tidak tahu harus berbuat apa kalau seandainya keluar dari dusun. Adikku juga mengatakan ”Kak jagalah mertuamu saja, saya yang akan menjaga ibu dan ayah disini..”

Suamiku menjadi direktur pabrik. Kami menginginkan adiku kerja di pabrik, akan tetapi adiku tak pernah mau, dia ingin tetap menjaga ayah ibu.

Suatu hari adiku jatuh dari sebuah tangga untuk memperbaiki kabel, ketika dia terkena sengatan listrik dan dia masuk ke rumah sakit. Aku dan suamiku menjenguknya, dan melihat gips putih dikakinya. Aku berkata ”Mengapa kamu menolak kerja menjadi manajer pabrik di tempat kakakmu. Coba kalau kau terima, tentu kamu tidak akan mengalami seperti ini.”

Dengan tanpang serius dia menjawab ”Kak, pikirkan nama baik kakak ipar kak. Ia baru saja menjadi Direktur, sedangkan saya tidak berpendidikan, nanti apa kata orang kalau saya menjadi manajer ? Kasihan kakak ipar."

Mata suamiku dipenuhi airmata, dan kemudian aku berkata ” Tapi kamu kurang berpendidikan itu juga karena aku, kakakmu."

"Mengapa kakak membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu ia berusia 26 tahun dan aku 29 tahun

Adikku kemudian menikahi seorang gadis pada usia 30 tahun. Dalam acara itu pembawa acara perayaan bertanya kepadanya, ”Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa berpikir panjang adikku menjawab ”Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat lagi.
” Ketika kami sekolah SD. Saya dan kakakku sekolah SD di tempat yang cukup jauh dari tempat tinggal kami, di sebuah dusun yang berbeda. Setiap hari aku dan kakakku berjalan selama kurang lebih dua jam untuk pergi dan pulang ke sekolah. Suatu hari aku kehilangan satu sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai sebuah sarung tangan di tangannya, padahal kami berjalan sangat jauh dan cuaca sedang musim sangat dingin. Ketika kami tiba dirumah, tangan kakakku begitu gemetaran, sehingga ketika makan dia tidak bisa memegang sendoknya.......Sejak hari itu aku bersumpah, selama saya masih hidup aku akan menjaga kakakku dan aku akan selalu baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kemudian kata-kata begitu susah keluar dari bibirku, ”Dalam hidupku..orang yang paling berjasa padaku adalah adikku..orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."

Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia itu..di depan kerumunan perayaan itu..air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai....

Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ الْكَبِيرَ وَيَرْحَمْ الصَّغِيرَ

"Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang muda

(Shahih Shahihul Jami’ no. 5445, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ath-Thabrani dari Ibnu Abbas)

Teruslah berbagi, sekecil apapun bentuknya.......

Rasulullah saw bersabda, " Khoirunnaasi anfa'uhum linnaas” "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR Daruquthni).

Sumber : Ebook Kumpulan Motivasi

THE MIRACLE OF GIVING (Kisah Kakak Beradik yang Saling Memberi)

Pencegahan Kanker Leher Rahim

Ayo lindungi diri dari kanker cervix!!
oleh Miladi Kurniasari pada 22 Desember 2010 jam 21:53

Referensi: Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara
Direktorat P2PL - Depkes RI - 2009



Tulisan ini untuk semua wanita, para ibu, saudara dan teman2ku tersayang.
Para teman sejawat bisa nambahin infonya supaya lebih informatif. Semoga bermanfaat.

APA KANKER ITU?

Kanker ialah pertumbuhan sel yg tidak terkendali, merusak jaringan sekitar, bisa menjalar. Ia bersifat ganas, bisa menyebabkan kematian.

APA KANKER LEHER RAHIM ITU?

Kanker yang berasal dari sel leher rahim. Leher rahim juga dikenal dengan cervix, yaitu bagian terendah rahim yang terdapat pada puncak liang senggama (vagina)

APA PENYEBABNYA?

Hampir semua kanker cervix disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini hampir 100% ditularkan melalui hubungan seksual. Tidak salah kalau kanker ini bersifat spesial, karena melihat cara penularannya ia juga bisa tergolong penyakit seksual menular.


Setelah terinfeksi HPV, 2-3 tahun kemudian bisa berubah menjadii suatu lesi/bercak calon kanker (lesi pra kanker). Bila tidak terdeteksi, 3-17 tahun kemudian bisa berkembang menjadi kanker cervix.


Namun, hanya 10% wanita terinfeksi HPV yang berkembang menjadi kanker. Siapa saja wanita yang berisiko terkena kanker cervix?
- yang melakukan hubungan seksual sebelum usia 18 tahun
- suka berganti2 pasangan seksual
- menderita infeksi menular seksual
- ibu atau saudara kandung menderita kanker cervix
- hasil pemeriksaan Pap Smear sebelumnya abnormal
- perokok aktif/pasif
- penurunan kekebalan tubuh seperti pada HIV/AIDS atau pengobatan kortikosteroid jangka lama

BAGAIMANA PENCEGAHANNYA?

- tidak berperilaku seksual yang berisiko: tidak berganti2 pasangan, tidak berhubungan seksual usai dini. tidak berhubungan dengan pria yg suka berganti pasangan
- hindari faktor resiko: rokok
- mengkonsumsi makanan sehat
- pemeriksaan berkala untuk lesi pra kanker (pap smear atau IVA) dan menindaklanjutinya bila ada abnormalitas
- vaksinasi HPV (kendala mahal)



SIAPA YANG PERLU MELAKUKAN PEMERIKSAAN LESI PRA KANKER (PAP SMEAR ATAU IVA)?
- semua perempuan yang sudah akif secara seksual terutama yang berusia 30-50 thn



KAPAN PERIKSA PAP SMEAR ATAU IVA?
3 atau 5 tahun sekali


Setiap 2 menit, satu wanita di dunia meninggal akibat kanker cervix!!
Setelah anda selesai membata tulisan ini, dah berapa wanita yang meninggal?


Nah, sekali lagi, ayo anjurkan ibu, saudara dan teman kita untuk memeriksakan diri.
Bisa dalam bentuk Pap Smear atau IVA.

Jumat, 10 Desember 2010

HIDAYAH ALLAH datang melalui anakku

HIDAYAH ALLAH DATANG MELAUI MARWAN ANAKKU YANG BISU DAN TULI (KISAH NYATA DARI MADINAH)


Kadang apa yang tidak kita sukai, akan memberikan kebaikan yang banyak.
Semuanya sudah diatur oleh Allah Yang Maha Penyayang.
Demikian juga dengan memiliki anak yang cacat.
Secara zhohir kita tidak suka, tetapi bisa jadi akan mendatangkan cinta kita kepadanya dan cinta kepada Allah yang sangat besar.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al Baqarah : 216)

Demikian juga yang di alami seorang penduduk Madinah dewasa ini yang berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain. Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.



Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya: "Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya. Suatu hari setelah adzan maghrib saya berada di rumah bersama anak saya, Marwan. Saat saya sedang merencanakan di mana berkumpul bersama teman-teman nanti malam, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh anak saya. Marwan mengajak saya bicara dengan bahasa isyarat yang artinya,
"Mengapa engkau tidak shalat wahai Abi?"
Kemudian ia menunjukkan tangannya ke atas, artinya ia mengatakan bahwa
"Allah yang di langit melihatmu".



Terkadang, anak saya melihat saya sedang berbuat dosa, maka saya kagum kepadanya yang menakut-nakuti saya dengan ancaman Allah. Anak saya lalu menangis di depan saya, maka saya berusaha untuk merangkulnya, tapi ia lari dariku. Tak berapa lama, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, meskipun belum sempurna wudhunya, tapi ia belajar dari ibunya yang juga hafal Al-Qur'an. Ia selalu menasihati saya tapi belum juga membawa faidah. Kemudian Marwan yang bisu dan tuli itu masuk lagi menemui saya dan memberi isyarat agar saya menunggu sebentar, lalu ia shalat maghrib di hadapan saya. Setelah selesai, ia bangkit dan mengambil mushaf Al-Qur'an, membukanya dengan cepat, dan menunjukkan jarinya ke sebuah ayat (yang artinya):



"Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan" (QS. Maryam: 45).



Kemudian, ia menangis dengan kerasnya. Saya pun ikut menangis bersamanya. Anak saya ini yang mengusap air mata saya. Kemudian ia mencium kepala dan tangan saya, setelah itu berbicara kepadaku dengan bahasa isyarat yang artinya,



"Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah ditanam dalam kubur dan sebelum datangnya adzab!"



"Demi Allah, saat itu saya merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Segera saya nyalakan semua lampu rumah. Anak saya Marwan mengikutiku dari ruangan satu ke ruangan lain sambil memperhatikan saya dengan aneh. Kemudian, ia berkata kepadaku (dengan bahasa isyarat),



"Tinggalkan urusan lampu, mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi)."



Saya katakan kepadanya, "Biar kita ke masjid dekat rumah saja." Tetapi anak saya bersikeras meminta saya mengantarkannya ke Masjid Nabawi.



Masjid Nabawi



Akhirnya, saya mengalah kami berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut. Dan Marwan selalu memandang saya.Kami masuk menuju Raudhah. Saat itu Raudhah penuh dengan manusia, tidak lama datang waktu iqamat untuk shalat isya', saat itu imam masjid membaca firman Allah (yang artinya),



"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui" (QS An-Nuur: 21).



Saya tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada disampingku melihat aku menangis, ia ikut menangis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakuku dan mengusap air mataku dengannya. Selesai shalat, aku masih menangis dan ia terus mengusap air mataku. Sejam lamanya aku duduk, sampai anakku mengatakan kepadaku dengan bahasa isyarat, "Sudahlah wahai Abi!" Rupanya ia cemas karena kerasnya tangisanku. Saya katakan, "Kamu jangan cemas." Akhirnya, kami pulang ke rumah. Malam itu begitu istimewa, karena aku merasa baru terlahir kembali ke dunia.



Istri dan anak-anakku menemui kami. Mereka juga menangis, padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi.

Marwan berkata tadi Abi pergi shalat di Masjid Nabawi. Istriku senang mendapat berita tersebut dari Marwan yang merupakan buah dari didikannya yang baik.



Saya ceritakan kepadanya apa yang terjadi antara saya dengan Marwan. Saya katakan:

"Saya bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah kamu yang mengajarkannya untuk membuka mushaf Al-Qur'an dan menunjukkannya kepada saya?"



Dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak tiga kali bahwa ia tidak mengajarinya. Kemudian ia berkata:

"Bersyukurlah kepada Allah atas hidayah ini."



Malam itu adalah malam yang terindah dalam hidup saya. Sekarang -alhamdulillah saya selalu shalat berjamaah di masjid dan telah meninggalkan teman-teman yang buruk semuanya. Saya merasakan manisnya iman dan merasakan kebahagiaan dalam hidup, suasana dalam rumah tangga harmonis penuh dengan cinta, dan kasih sayang.Khususnya kepada Marwan saya sangat cinta kepadanya karena telah berjasa menjadi penyebab saya mendapatkan hidayah Allah."



Subhanallah...

Anak itu memantulkan cahaya Allah pada ayahnya....

Meski dia buta dan tuli, tapi masih punya mata dan hati.

Meski dia cacat tapi dia sempurna di hadapan Allah.

Mungkin itu pelajaran kita semua menilai orang itu jangan dari segi phisiknya saja.

Dan kita yang tidak cacat seharusnya lebih mudah menerima hidayah.

Atau kalau tidak mau memanfaatkan untuk mendapat hidayah...

Jangan-jangan hawa nafsu kita yang sudah dituhankan.



"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (QS Al Jatsiyah : 23)



Wallahu a'lam bi showab



Sumber cerita: Kembang Anggrek



O.F.A



http://kata2hikmah0fa.wordpress.com/2010/11/29/hidayah-allah-datang-melalui-marwan-anakku-yang-bisu-dan-tuli-kisah-nyata-di-madinah/

http://kata2-hikmah-ofa.blogspot.com/2010/11/hidayah-allah-datang-melalui-marwan.html

Jumat, 03 Desember 2010

RAHASIA DI BALIK SAKIT

RAHASIA DI BALIK SAKIT

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.

Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

Sakit akan menghapuskan dosa

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah

Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.

Penulis: Abu Hasan Putra
Artikel www.muslim.or.id







Kamis, 02 Desember 2010

Catatan Penting Bulan Muharam

Catatan Penting Hari Asyura
Senin, 21 Juli 2003 - 03:24:31 :: kategori Fiqh
Penulis: Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al Atsari
.: :.
Hari Asyura ialah hari kesepuluh di bulan Muharam, dimana pada hari ini telah terjadi peristiwa yang sangat besar yakni ditenggelamkannya Fir'aun beserta kaumnya dan ditolongnya Nabi Musa 'alaihissalam beserta kaumnya. Maka hari itu adalah hari dimenangkannya Al Haq dan dihancurkannya kebathilan, pada hari itu pula Nabi Musa 'alaihissalam berpuasa sebagai tanda syukur kepada Allah.

Hingga akhirnya disyariatkan puasanya bagi seluruh kaum muslimin karena saat Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam hijrah ke Madinah beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu, lalu beliau bertanya kepada mereka, "Kenapa kalian berpuasa?" Mereka menjawab, "Sesungguhnya pada hari ini Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyelamatkan Musa dan kaumnya dan membinasakan Fir'aun beserta kaumnya dan Musa berpuasa pada harinya maka kamipun berpuasa." Kemudian beliau Shalallahu 'alaihi wassalam berkata, "Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian." (HR Al Bukhori no: 2004, 3942, 3943, Muslim no: 1130, 1131). Maka Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk melakukan puasanya.

Inilah yang disyariatkan pada hari Asyura yakni berpuasa, tidak seperti orang-orang jahiliyyah mereka menambah-nambah amalan selain puasa, yakni mereka menjadikan hari itu sebagai hari raya yang tidak disyariatkan, maka barangsiapa yang menambah-nambahi atas apa yang telah disyariatkan berarti dia berada dalam agama jahiliyyah.

Berpuasa pada hari Asyura memiliki keutamaan di antaranya Rosulullah Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda, "Puasa pada hari Asyura aku berharap pada Allah agar menghapuskan dosa-dosa tahun sebelumnya." (HR Muslim no 1162). Bahkan puasa Asyura pada awalnya diwajibkan oleh Rosulullah sebelum diwajibkannya puasa Romadlon maka dihapuslah kewajiban puasa Asyura dengan kewajiban puasa Romadlon dan ditetapkanlah puasa Asyura sebagai puasa yang mustahab / sunnah. Wal ilmu indallah.

Ditulis oleh Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsari.

(Dikutip dari tulisan Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsari.. Bulletin al Wala wal Bara Edisi ke-13 Tahun ke-1 / 14 Maret 2003 M / 11 Muharrom 1424 H. Url sumber http://fdawj.atspace.org/awwb/th1/13.htm#sub2)

Minggu, 28 November 2010

Rezeki & Sabar

"Aku mengamati semua sahabat.. dan tidak menemukan sahabat yg lebih baik daripada menjaga lidah.. Aku memikirkan tentang semua pakaian.. tetapi tdk menemukan pakaian yg lebih baik drpd takwa.. Aku merenungkan tentang sgl jenis amal baik.. namun tdk mendapatkan yg lebih baik drpd memberi nasehat.. Aku mencari segala bentuk rezeki.. tapi tdk menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar."
(Umar bin Al-Khatab)

Sabtu, 27 November 2010

Berkebun Bagi Pemula

MARI BERKEBUN
Bagaimana memulai berkebun? Kesalahan utama biasanya adalah langsung pergi ketoko membeli bibit yang kelihatannya menarik dan langsung mencoba menanamnya. Kalau anda melakukan hal ini maka besar kemungkinannya anda akan mendapatkan hasil yang mengecewakan.

Step 1. Temukan tempat baik untuk berkebun
Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, berkebun memerlukan perencanaan yang teliti. Pertama, lihatlah di mana tempat anda akan berkebun. Apakah anda memiliki sebidang tanah? Ataukah anda akan menanamnya didalam pot saja? Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih tempat untuk berkebun adalah sebagai berikut :

Cahaya matahari: Hampir semua sayuran dan buah memerlukan sinar matahari langsung. Pilihlah tempat di mana tanaman akan mendapatkan sinar matahari selama 6 jam sehari. Hindarkan tempat yang ternaungi oleh pohon, pagar dll sepanjang hari.
Tanah : Tanah yang paling baik untuk menanam sayuran atau buah adalah yang kaya akan nutrisi untuk tanaman, pengairannya bagus, tetapi yang kelembapannya terjaga agar tanaman tidak mati kekeringan. Pilih tempat yang jauh dari pohon agar tidak berebut makanan. bila tanah di tempat anda miskin akan zat hara, maka bisa dipertimbangkan menggunakan "raised bed" tanahnya di tumpuk dengan tanah yang kaya akan zat hara atau pakai polybag.
. Air : Setiap tanaman akan membutuhkan suplai air yang tetap, Di Negara kita ini hampir semua daerah akan "kering" ketika musim panas kalau tidak ada suplai air, maka tanaman bisa jadi keripik.
• Iklim : Carilah tempat yang terhindar dari angin kencang tapi juga jangan di tempat yang anginnya tidak bisa berganti karena akan mengakibatkan penyebaran penyakit tanaman yang cepat.

Step 2. Perencanaan lahan
Buatlah rencana sebelum anda membeli bibit, perencanaan itu meliputi :
* Jenis sayuran atau tumbuhan apakah yang disukai oleh keluarga anda. Bila ragu-ragu tanamlah yang biasa dimakan oleh kelauarga anda.
* Apakah tujuan anda melakukan gardening: untuk mengurangi biaya makanan?, rekreasi? Menanam varietas yang lebih enak dll.
* Berapa banyak waktu yang anda miliki untuk berkebun? secara rata-rata sih.. sekitar 4 jam saja perminggu. Pada saat pertama akan lebih banyak waktu yang di butuhkan untuk mengolah tanah. Tapi bukan berarti harus anda sendiri yang melakukan lho...
* Berapa besar space yang ada? secara rata-rata anda bisa mendapatkan sekitar 1,5 kg sayuran untuk setiap meter persegi tanah.
* Setalah semua itu anda pertimbangkan, maka gambarlah kebun yang akan anda tanami.

Step 3. Membeli bibit.

Untuk memulai berkebun, anda membutuhkan bibit atau bakal tanaman. Anda dapat membelinya di toko perlengkapan kebun terdekat atau ada juga di pinggir jalan kalau anda pergi ke Bogor. Sebaiknya kalau anda ingin membeli bakal tanaman, sebaiknya belilah yang bersertifikat baik itu dari dinas pertanian setempat atau dari "Nurseri" yang sudah beken misalnya: Trubus, IPB dll.

Jika anda mebeli bibit dalam bentuk biji yang sudah di pack, maka bacalah baik-baik semua.. ya Semua tulisan yang ada di sana mulai dari kapan di packnya (sebaiknya jangan melebihi 3 tahun setelah di pack), jenis tanaman, ketahanan terhadap kondisi iklim, kapan waktu menanam dll, jangan sampai menanamnya di musim yang salah. sesuaikan dengan kondisi yang ada dengan daerah anda.
Untuk mengetahui berbagai jenis tanaman dan sayuran yang sesuai dengan daerah anda, anda bisa menanyakan di toko bibit, atau rekan-rekan gardening klub.
Bila anda akan membeli bakal tanaman, lihatllah baik baik barang yang akan beli, jangan membeli yang sudah kelihatan ada penyakitnya (bentol bentol di daun dll), jangan membeli yang terlalu banyak cabang atau terlihat bekas patah cabangya) cari yang kelihatan masih muda dan segar, sehingga ketika anda tanam pertumbuhannya akan sangat cepat.

Step 4. Menyiapkan tanah.
Menyiapkan tanah adalah satu proses yang sangat penting, dengan disiapkan terlebih dahulu maka tanah akan menjadi gembur, subur, kelmbapannya terjaga, tidak terlau padat sehingga tanaman bisa sehat dan cepat pertumbuhannya.
Sebelum anda pegang cangkul atau garpu tanah, ada baiknya anda men"test" terlebih dahulu tanah setidaknya anda test PH tanah dengan menggunakan kertas lakmus (harga +_ Rp.100.000 untuk 100 lembar). Klau bisa test juga untuk mengetahui berapa kandungan Nitrogen, Phosporus dan Potassium, sehingga anda bisa
mengetahui apa yang perlu di tambahkan

Untuk menyiapkan tanah, tambahkan pupuk kompos diatas tanah yang akan anda tanami kemudian campur dengan tanah yang dibawahnya dengan menggunakan skop, bentuklah dalam lajur-lajur yang lebih tinggi dari tanah sekitarnya. tanah yang baik tidak terlalu liat tapi juga tidak seperti pasir. simple test: Kepallah segenggam tanah, dan bentuk seperi bola, kemudian Pukullah dengan tangan yang lain, kalau bola tanah itu pecah dalam 2-3 kali pukul, berarti campuran tanah+ kompos sudah baik, apabila tidak pecah ( masih ngumpul, maka tanah masih terlalu liat, bila pecahnya barantakan, maka itu masih terlalu berpasir, untuk keduanya tambahkan kompos lagi)
Perbandingan antara kompos dan tanah biasanya akan ideal kalau 2/3 tanah di tambahkan dengan 1/3 kompos.
Berlaku juga untuk tanah dalam pot

Step 5. Menanam bibit.
Bibit yang berbentuk biji, bisa ditanam dalam dua cara: dengan menanmnya langsung ditempat, atau ditanam dulu di dalam rumah dengan menggunakan polybag kecil. Bila anda menanamnya langsung, maka sebaiknya anda menanam di musim yang tepat. Bila belum musimnya tiba tetapi anda sudah ingin lebih dulu menanamnya, tanamlah di polybag kecil terlebih dahulu, bila musimnya sudah tiba maka baru ditanam di luar. Untuk menghindari tanaman "kaget", sebaiknya anda melatihnya dulu dengan mengeluarkan tanaman dari dalam rumah untuk beberapa waktu sebelum anda tanam di luar
Bila langsung menanam di luar, sebaiknya anda tanam beberapa biji sekaligus di satu lubang, bila sudah agak besar, anda cabutlah beberapa sisakan yang paling sehat.
Bila anda membeli bibit dalam bentuk yang sudah tumbuh, biasanya tanaman itu sudah siap untuk langsung dipindahkan ke halaman bila musimnya sudah tepat.
Untuk menanamnya, siapkan lobang yang lebar luas dan dalamnya 2 kali lipat dari besarnya akar. setelah anda tanam, urug dengan tanah dan kompos dan langsung di siram secara perlahan lahan, Beberapa pekebun menyarankan untuk memberi vitamin B1. Bila cuaca panas, lindungi tanaman dengan papan atau apapun agar tidak mati kepanasan.
Jangan lupa lindungi tanaman anda dengan burung, ulat dan bekicot, karena tidak hanya manusia, mereka juga sangat suka daun hijau ;)

Step 6. Merawat tanaman.
Setelah anda menanam, tentu saja tinggal merawatnya, yang paling penting adalah menyiram tanaman (kecuali hydroponik), ketika masih muda, tanaman memerlukan air lebih banyak bisa 3 kali sehari, kalau sudah agak besar, dan akarnya sudah dalam menyiramnya juga agak berkurang. Diperlukan juga menambah pupuk biasanya dua mingu setelah masa tanam.
Menyiangi rumput juga harus dilakukan, bila rumputnya banyak disekitar tanaman tersebut, maka tanaman tersebut harus berebut makanan dengannya, selain itu perlu diperhatikan hama tanaman itu. bila daun sudah mulai bolong bolong, nglinting dll segera cari penyebabnya. Kalau sedikit sih nggak apa apa tapi kalau sudah
merusak harus segera ditanggulangi.

Step 7. Pemanenan...
Setelah capek-capek menanam dan mengurus tanaman anda, tentunya sekarang giliran anda menikmatinya bukan? Waktu masak untuk masing masing tanaman berbeda-beda anda bisa melihatnya di bungkus bibitnya atau anda bisa mengetahuinya dari : bau (mis. durian/nangka), warna (nanas, mangga, pepaya) dll. tapi ada juga lho yang warnanya tidak berubah ketika matang..

Untuk sayuran daun anda sebaiknya memanen ketika masih pagi dan lembab. Secara umum untuk rasa yang enak, panenlah ketika anda akan memakannya, kalau anda orang sunda pasti tahu perbedaan sayur yang baru dipetik ama yang udah agak lama :) terutama untuk jagung dan sayuran daun.

Kalau anda panennya berlebihan maka anda bisa menyimpannya sebagai asinan, dikeringkan, dalam freezer dll, tergantung jenis buah atau sayuran yang anda tanam.

"Setiap muslim yang menanam suatu tanaman atau suatu tumbuhan, kemudian tanamannya itu dimakan oleh burung, manusia atau hewan, maka itu akan menjadi shodaqah baginya."
[Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari]


klik di sini