MARI BERKEBUNBagaimana memulai berkebun? Kesalahan utama biasanya adalah langsung pergi ketoko membeli bibit yang kelihatannya menarik dan langsung mencoba menanamnya. Kalau anda melakukan hal ini maka besar kemungkinannya anda akan mendapatkan hasil yang mengecewakan.
Step 1. Temukan tempat baik untuk berkebunUntuk mendapatkan hasil yang memuaskan, berkebun memerlukan perencanaan yang teliti. Pertama, lihatlah di mana tempat anda akan berkebun. Apakah anda memiliki sebidang tanah? Ataukah anda akan menanamnya didalam pot saja? Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih tempat untuk berkebun adalah sebagai berikut :
•
Cahaya matahari: Hampir semua sayuran dan buah memerlukan sinar matahari langsung. Pilihlah tempat di mana tanaman akan mendapatkan sinar matahari selama 6 jam sehari. Hindarkan tempat yang ternaungi oleh pohon, pagar dll sepanjang hari.
•
Tanah : Tanah yang paling baik untuk menanam sayuran atau buah adalah yang kaya akan nutrisi untuk tanaman, pengairannya bagus, tetapi yang kelembapannya terjaga agar tanaman tidak mati kekeringan. Pilih tempat yang jauh dari pohon agar tidak berebut makanan. bila tanah di tempat anda miskin akan zat hara, maka bisa dipertimbangkan menggunakan "raised bed" tanahnya di tumpuk dengan tanah yang kaya akan zat hara atau pakai polybag.
.
Air : Setiap tanaman akan membutuhkan suplai air yang tetap, Di Negara kita ini hampir semua daerah akan "kering" ketika musim panas kalau tidak ada suplai air, maka tanaman bisa jadi keripik.
• I
klim : Carilah tempat yang terhindar dari angin kencang tapi juga jangan di tempat yang anginnya tidak bisa berganti karena akan mengakibatkan penyebaran penyakit tanaman yang cepat.
Step 2. Perencanaan lahanBuatlah rencana sebelum anda membeli bibit, perencanaan itu meliputi :
* Jenis sayuran atau tumbuhan apakah yang disukai oleh keluarga anda. Bila ragu-ragu tanamlah yang biasa dimakan oleh kelauarga anda.
* Apakah tujuan anda melakukan gardening: untuk mengurangi biaya makanan?, rekreasi? Menanam varietas yang lebih enak dll.
* Berapa banyak waktu yang anda miliki untuk berkebun? secara rata-rata sih.. sekitar 4 jam saja perminggu. Pada saat pertama akan lebih banyak waktu yang di butuhkan untuk mengolah tanah. Tapi bukan berarti harus anda sendiri yang melakukan lho...
* Berapa besar space yang ada? secara rata-rata anda bisa mendapatkan sekitar 1,5 kg sayuran untuk setiap meter persegi tanah.
* Setalah semua itu anda pertimbangkan, maka gambarlah kebun yang akan anda tanami.
Step 3. Membeli bibit.Untuk memulai berkebun, anda membutuhkan bibit atau bakal tanaman. Anda dapat membelinya di toko perlengkapan kebun terdekat atau ada juga di pinggir jalan kalau anda pergi ke Bogor. Sebaiknya kalau anda ingin membeli bakal tanaman, sebaiknya belilah yang bersertifikat baik itu dari dinas pertanian setempat atau dari "Nurseri" yang sudah beken misalnya:
Trubus, IPB dll.
Jika anda mebeli bibit dalam bentuk biji yang sudah di pack, maka bacalah baik-baik semua.. ya Semua tulisan yang ada di sana mulai dari kapan di packnya (sebaiknya jangan melebihi 3 tahun setelah di pack), jenis tanaman, ketahanan terhadap kondisi iklim, kapan waktu menanam dll, jangan sampai menanamnya di musim yang salah. sesuaikan dengan kondisi yang ada dengan daerah anda.
Untuk mengetahui berbagai jenis tanaman dan sayuran yang sesuai dengan daerah anda, anda bisa menanyakan di toko bibit, atau rekan-rekan gardening klub.
Bila anda akan membeli bakal tanaman, lihatllah baik baik barang yang akan beli, jangan membeli yang sudah kelihatan ada penyakitnya (bentol bentol di daun dll), jangan membeli yang terlalu banyak cabang atau terlihat bekas patah cabangya) cari yang kelihatan masih muda dan segar, sehingga ketika anda tanam pertumbuhannya akan sangat cepat.
Step 4. Menyiapkan tanah.Menyiapkan tanah adalah satu proses yang sangat penting, dengan disiapkan terlebih dahulu maka tanah akan menjadi gembur, subur, kelmbapannya terjaga, tidak terlau padat sehingga tanaman bisa sehat dan cepat pertumbuhannya.
Sebelum anda pegang cangkul atau garpu tanah, ada baiknya anda men"test" terlebih dahulu tanah setidaknya anda test PH tanah dengan menggunakan kertas lakmus (harga +_ Rp.100.000 untuk 100 lembar). Klau bisa test juga untuk mengetahui berapa kandungan Nitrogen, Phosporus dan Potassium, sehingga anda bisa
mengetahui apa yang perlu di tambahkan
Untuk menyiapkan tanah, tambahkan pupuk kompos diatas tanah yang akan anda tanami kemudian campur dengan tanah yang dibawahnya dengan menggunakan skop, bentuklah dalam lajur-lajur yang lebih tinggi dari tanah sekitarnya. tanah yang baik tidak terlalu liat tapi juga tidak seperti pasir. simple test: Kepallah segenggam tanah, dan bentuk seperi bola, kemudian Pukullah dengan tangan yang lain, kalau bola tanah itu pecah dalam 2-3 kali pukul, berarti campuran tanah+ kompos sudah baik, apabila tidak pecah ( masih ngumpul, maka tanah masih terlalu liat, bila pecahnya barantakan, maka itu masih terlalu berpasir, untuk keduanya tambahkan kompos lagi)
Perbandingan antara kompos dan tanah biasanya akan ideal kalau 2/3 tanah di tambahkan dengan 1/3 kompos.
Berlaku juga untuk tanah dalam pot
Step 5. Menanam bibit.Bibit yang berbentuk biji, bisa ditanam dalam dua cara: dengan menanmnya langsung ditempat, atau ditanam dulu di dalam rumah dengan menggunakan polybag kecil. Bila anda menanamnya langsung, maka sebaiknya anda menanam di musim yang tepat. Bila belum musimnya tiba tetapi anda sudah ingin lebih dulu menanamnya, tanamlah di polybag kecil terlebih dahulu, bila musimnya sudah tiba maka baru ditanam di luar. Untuk menghindari tanaman "kaget", sebaiknya anda melatihnya dulu dengan mengeluarkan tanaman dari dalam rumah untuk beberapa waktu sebelum anda tanam di luar
Bila langsung menanam di luar, sebaiknya anda tanam beberapa biji sekaligus di satu lubang, bila sudah agak besar, anda cabutlah beberapa sisakan yang paling sehat.
Bila anda membeli bibit dalam bentuk yang sudah tumbuh, biasanya tanaman itu sudah siap untuk langsung dipindahkan ke halaman bila musimnya sudah tepat.
Untuk menanamnya, siapkan lobang yang lebar luas dan dalamnya 2 kali lipat dari besarnya akar. setelah anda tanam, urug dengan tanah dan kompos dan langsung di siram secara perlahan lahan, Beberapa pekebun menyarankan untuk memberi vitamin B1. Bila cuaca panas, lindungi tanaman dengan papan atau apapun agar tidak mati kepanasan.
Jangan lupa lindungi tanaman anda dengan burung, ulat dan bekicot, karena tidak hanya manusia, mereka juga sangat suka daun hijau ;)
Step 6. Merawat tanaman.Setelah anda menanam, tentu saja tinggal merawatnya, yang paling penting adalah menyiram tanaman (kecuali hydroponik), ketika masih muda, tanaman memerlukan air lebih banyak bisa 3 kali sehari, kalau sudah agak besar, dan akarnya sudah dalam menyiramnya juga agak berkurang. Diperlukan juga menambah pupuk biasanya dua mingu setelah masa tanam.
Menyiangi rumput juga harus dilakukan, bila rumputnya banyak disekitar tanaman tersebut, maka tanaman tersebut harus berebut makanan dengannya, selain itu perlu diperhatikan hama tanaman itu. bila daun sudah mulai bolong bolong, nglinting dll segera cari penyebabnya. Kalau sedikit sih nggak apa apa tapi kalau sudah
merusak harus segera ditanggulangi.
Step 7. Pemanenan...
Setelah capek-capek menanam dan mengurus tanaman anda, tentunya sekarang giliran anda menikmatinya bukan? Waktu masak untuk masing masing tanaman berbeda-beda anda bisa melihatnya di bungkus bibitnya atau anda bisa mengetahuinya dari : bau (mis. durian/nangka), warna (nanas, mangga, pepaya) dll. tapi ada juga lho yang warnanya tidak berubah ketika matang..
Untuk sayuran daun anda sebaiknya memanen ketika masih pagi dan lembab. Secara umum untuk rasa yang enak, panenlah ketika anda akan memakannya, kalau anda orang sunda pasti tahu perbedaan sayur yang baru dipetik ama yang udah agak lama :) terutama untuk jagung dan sayuran daun.
Kalau anda panennya berlebihan maka anda bisa menyimpannya sebagai asinan, dikeringkan, dalam freezer dll, tergantung jenis buah atau sayuran yang anda tanam.
"Setiap muslim yang menanam suatu tanaman atau suatu tumbuhan, kemudian tanamannya itu dimakan oleh burung, manusia atau hewan, maka itu akan menjadi shodaqah baginya."
[Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari]
